Jumat, 04 Januari 2013

fadhilah wirid hasbunallah wani'mal wakil










. Barang siapa membaca kalimat berikut 450x di waktu siang dan 450x di waktu malam, maka dia akan mendapatkan 6 hal:
a. Allah akan mencukupinya
b. Allah menjadi wakil (Yang diserahi) segala urusannya
c. Allah melindungi dari kejahatan makhluk-NYA
d. Allah akan menguatkan pertolongan untuknya
e. Allah akan menjadikan rasa mahabbah/suka kepadanya pada hati semua makhluk
f. Allah akan membuatnya kaya dg anugerah-NYA

Kalimat itu adalah:
hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKILL 450x (sekali siang & sekali malam)

2. Barang siapa mengamalkan ini akan mendapatkan 4 hal:
a. Berada dalam penjagaan/benteng Allah yg kuat
b. Berada dalam penitipan Allah yg tdk akan disia siakan
c. Selalu disenangi makhluk-NYA dalam geraknya dan diamnya
d. Di jaga dari semua hal yang menyakitkan

Amalan tersebut adalah:
1. hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIIL 450x
2. FANGQOLABUU BI NI’MATIM MINALLOOHI WA FADHLIL LAM YAMSAS HUM SUU’ 6x
3. WATTABA’UU RIDHWAANALLOOHI WALLOOHU DZUU FADHLIN ‘ADZIIM 1x
(Amalan ini dilakukan 1x siang dan 1x malam)

3. Syekh Abi Hasan Syadzili ra berkata: Barang siapa istiqomah membaca:
hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIIL (sebanyak kandungan bilangan hurufnya atau 450x) setiap saat atau sesering seringnya (semakin sering semakin baik) secara istiqomah, maka ia akan memperoleh keberuntungan bersama orang orang yg beruntung.

Siapakah orang orang yg beruntung itu? Mereka itulah orang orang yg tidak merasa kuatir atau takut dan tidak merasa susah. Ini adalah maqom para wali Allah.

NB. Mengapa orang wirid hASBUNALLOOHU WA NI’MAL WAKIIL bisa mencapai maqom wali, sama seperti yg mendawamkan LAA ILAAHA ILLALLOOH dan wirid lainnya? Sebab hakikat wirid adalah penghayatan maknanya secara dzohir batin. Lihat saja makna wirid kita ini, ALLAH YG MENCUKUPIKU DAN DIA SEBAIK-BAIK DZAT YG DISERAHI SEGALA URUSAN. Ini kalau terus kita ucapkan sbg wirid, otomatis akan mempengaruhi alam bawah sadar akan makna kandungannya. Sehingga pada tahap lanjut akan mempengaruhi dzohir batin agar hanya berserah diri kepada ALLAH. Hatinya mantap bergantung kepada-NYA. Tidak pernah terbersit sedikitpun atau sedetikpun untuk mengandalkan selain-NYA. Bukankah keyakinan seperti itu adalah keyakinan mukmin sejati? Siapakah mukmin sejati itu kalau bukan para wali Allah?
sumber:kampus wong alus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar