Minggu, 02 Desember 2012

ASMA MALAIKAT



Asmak Malaikat adalah sebuah ajaran spiritual jawa yang inti ajarannya adalah memohon kepada Tuhan agar kita diberi pertolongan melalui perantara malaikat-Nya. Asmak Malaikat yang berasal dari Sunan Muria ini bukanlah ajaran agama tertentu, melainkan sebuah tradisi yang mengajarkan suatu teknik olah batin dan usaha spiritual yang diyakini bisa menjadi jalan meraih tujuan tertentu.

Apabila dibenarkan menggunakan istilah "ilmu" untuk menyebut tradisi ini, maka Asmak Malaikat bisa disebut sebagai salah satu bentuk dari ilmu metafisika, ilmu supranatural, ilmu paranormal, ilmu spiritual, ilmu kasepuhan (kejawen), ilmu batin, ilmu mistik, ilmu esoterik, atau ilmu gaib. Dalam bahasa kita sehari-hari, tidak ada kesepakatan mengenai definisi berbagai istilah ilmu non-ilmiah ini. Setiap praktisi spiritual mempunyai pengertian yang berbeda-beda. Namun kami rasa, semua orang bisa memahami dengan mudah bahwa yang dimaksud dengan ilmu metafisika dan semacamnya itu adalah sebuah ajaran tentang perilaku-perilaku tertentu untuk melatih kekuatan spirit (energi jiwa/roh) atau energi yang tidak terlihat.

Menurut arti bahasa, Asmak Malaikat terdiri dari dua kata dari bahasa arab, yaitu Asmak (asma') yang artinya nama dan Malaikat adalah makhluk gaib dari cahaya yang bertugas mengurusi perputaran kehidupan dunia, termasuk memberi bantuan kepada manusia yang dikehendaki Tuhan. Malaikat merupakan ciptaan Tuhan yang terpelihara daripada perbuatan jahat. Mereka tidak bernafsu, tidak punya keinginan, tidak berjenis kelamin, tidak bersuami atau isteri, tercipta tanpa proses seksual ayah-ibu dan tidak beranak.

Para Malaikat tidak tidur, tidak makam serta tidak minum dan selalu mematuhi perintah Tuhan. Mereka mampu menjelma dalam bentuk apa saja yang dikehendaki dengan izin Tuhan. Sebenarnya, jumlah malaikat banyak sekali. Tidak ada yang tahu secara pasti berapa jumlahnya. Namun umumnya orang hanya mengenal beberapa nama malaikat yang disebutkan dalam kitab suci.

Menurut keterangan Mbah Ahmad Anshori (penemu Asmak Malaikat), setiap orang yang mengamalkan Asmak Malaikat -untuk selanjutnya kami sebut "Praktisi Asmak Malaikat" atau "praktisi" saja-, maka dirinya selalu dilindungi oleh beberapa malaikat. Nama-nama malaikat yang diyakini membantu praktisi Asmak Malaikat disebutkan satu per satu dalam kalimat afirmasi Asmak Malaikat Tingkat Tiga. Namun karena indera manusia secara "default" tidak dirancang untuk bisa melihat dan berkomunikasi dengan malaikat, maka umumnya hanya pancaran energi dari malaikat saja yang bisa dirasakan manusia. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan, apabila seorang Praktisi Asmak Malaikat akan bisa melihat dan berkomunikasi dengan Malaikat. Semua itu tentunya dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa.

Asmak Malaikat terdiri dari 5 tingkatan. Tingkat 1, 2 dan 3 adalah tingkatan murid yang boleh dipelajari semua orang tanpa persyaratan khusus. Sedangkan tingkat 4 dan 5 hanya diturunkan kepada murid yang dianggap cukup bijaksana untuk menjadi seorang Master / Guru. Setiap tingkatan Asmak Malaikat memiliki kalimat afirmasi masing-masing yang isinya mencerminkan ajaran dan manfat Asmak Malaikat. Kalimat afirmasi bisa diibaratkan sebagai kunci untuk membuka sebuah pintu energi.

Seseorang yang tahu atau bisa mengucapkan kalimat afirmasi Asmak Malaikat, belum tentu bisa mengambil manfaat dari bacaan afirmasi tersebut, kecuali orang tersebut sudah mendapatkan mendapat restu dari seorang Master melalui proses yang kita sebut attunement(pembukaan/penyelarasan energi).

Dewasa ini, Asmak Malaikat telah diamalkan oleh ratusan (atau mungkin ribuan) pelaku spiritual yang belajar langsung dari Mbah Anshori maupun dari murid-murid Mbah Anshori yang dipercaya untuk mengetahui rahasia tertinggi Asmak Malaikat. Murid-murid Mbah Anshori ini pun ada yang mengembangkan sendiri Asmak Malaikat untuk berbagai keperluan. Anda jangan heran, jika suatu saat Anda mendapatkan ajaran yang mirip atau sama dengan Asmak Malaikat, tetapi guru yang mengajarkannya menyebutnya dengan nama yang berbeda. Guru yang demikian itu tentu punya tujuan dan alasannya masing-masing. Sedangkan bagi Pak Narendra lebih senang menjelaskan Asmak Malaikat secara apa adanya kepada murid.

Sebagian orang menganggap bahwa Asmak Malaikat adalah ilmu spiritual yang hanya berfungsi untuk keselamatan, atau ada yang malah menilainya sangat rendah dengan menyebut Asmak Malaikat sebagai "Ilmu Kebal". Menurut kami, Asmak Malaikat adalah ajaran spiritual yang mengajarkan kita untuk mendapatkan potensi spiritual tidak terbatas. Sejauh Tuhan masih menghendaki, maka berbagai kemampuan spiritual bisa kita dapatkan dengan perantaraan ajaran Sunan Muria ini.

Sampai saat ini, atas pertolongan Tuhan, kami telah berhasil mengembangkan Asmak Malaikat untuk berbagai keperluan selain untuk keselamatan. Diantaranya yang paling populer adalah untuk pengobatan berbagai penyakit yang dianggap tidak bisa disembuhkan secara medis, meningkatkan kepercayaan diri, ketenangan batin, kesadaran spiritual, dan kepekaan rasa untuk menerima isyarat dari alam.

Asmak Malaikat yang kami ajarkan kepada murid sangat unik karena sudah berkembang sedemikian rupa sehingga cara mempelajarinya menjadi lebih mudah. Manfaatnya pun berkembang menjadi lebih banyak dan dinamis. Manfaat Asmak Malaikat selalu bertambah sejalan dengan pengalaman para praktisinya. Kami yakin, masih banyak manfaat Asmak Malaikat yang belum terungkap. Kelak Anda pun bisa menemukan manfaat Asmak Malaikat yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Murid yang mempelajari Asmak Malaikat tetap boleh mempelajari ajaran mistik, spiritual atau ilmu metafisika lain. Tidak akan ada pertentangan dan tidak akan menimbulkan efek samping negatif. Yang ada, semua latihan akan saling mendukung. Kabar baik bagi praktisi olah nafas, tenaga dalam, yoga, Rei Ki dan orang yang gemar meditasi, bahwa Asmak Malaikat sangat mudah dan cepat dirasakan oleh mereka yang sebelumnya sudah pernah menjalankan berbagai latihan metafisika.


Apakah ini termasuk "Ilmu Khodam Malaikat" ?

Jawabnya bisa "YA" dan bisa juga TIDAK, tergantung apa pengertian Anda tentang istilah "khodam". Apabila yang Anda maksud "khodam" adalah makhluk yang bersedia membantu/melayani semua keinginan dan pertintah Anda - tidak perduli itu perintah baik atau buruk - maka kami tegaskan bahwa Asmak Malaikat bukanlah Ilmu Khodam Malaikat. Dan kami tegaskan pula, bahwa Malaikat tidak diciptakan untuk "diperbudak" oleh manusia. Malaikat tidak akan membantu manusia dalam keburukan dan tidak bisa diperintah sesuka hati manusia, sesakti apapun manusia itu. Apabila ada seseorang yang menawarkan kepada Anda sebuah ilmu agar Anda bisa "memperbudak" malaikat, maka sudah pasti ini kebohongan besar.

Akan tetapi, Apabila yang Anda maksud "khodam" adalah makhluk gaib yang membantu Anda secara sukarela (tanpa meminta imbalan), dan Anda tidak berhak memerintah sesuka hati Anda, melaikan karena doa yang Anda haturkan diabulkan oleh Tuhan, dan kemudian Tuhan mengutus makhluk tersebut sebagai penolong Anda, maka Asmak Malaikat boleh disebut sebagai "ILMU KHODAM MALAIKAT".


Sekilas Sejarah Asmak Malaikat

Hamba Tuhan yang mendapatkan anugerah sebagai penyampai Asmak Malaikat adalah Mbah Ahmad Anshori yang lahir di Jepara pada tahun 1931. Awalnya beliau tidak menyangka dan tidak berharap bisa bertemu dengan roh Sunan Muria yang membimbingnya menguasai Asmak Malaikat. Karena maksud meditasi-nya di Gunung Muria hanya untuk menenangkan batin. Beliau berpuasa setiap hari, beribadah, dan banyak menyebut Nama Tuhan setiap saat. Beliau hanya ingin melepaskan emosi-emosi negatif yang timbul akibat masalah kehidupan yang selalu membuatnya tidak bahagia.

Awalnya Mbah Anshori berniat melakukan meditasi di dekat Makam Sunan Muria, tetapi karena banyaknya peziarah, maka meditasinya terasa kurang tenang. Akhirnya beliau memutuskan untuk melakukan meditasi di dekat makam Raden Gadung Sorso Kusumo yang merupakan Paman Sunan Muria. Letak makam Raden Gadung sekiatar 500 meter dari makam Sunan Muria.

Singkatnya, setelah sekitar dua tahun Mbah Anshori melakukan meditasi, pada suatu malam di tahun 1978, beliau ditemui seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Pangeran Gadung Sosro Kusumo dan menawarkan untuk mempertemukan Mbah Anshori dengan Sunan Muria. Mbah Anshori menegaskan bahwa saat itu beliau tidak bermimpi. Beliau sadar sepenuhnya ketika berjalan mengikuti Pageran Gadung dari makam Pangeran Gadung menuju makam Sunan Muria. Bahkan dia juga bisa mendengar suara langkah kaki Raden Gadung, menandakan perwujudan Roh Raden Gadung adalah asli, bukan penjelmaan dari jin.

Selanjutnya, Mbah Ansori dipertemukan pada Sunan Muria. Pada pertemuan awal itu, tidak banyak yang disampaikan Sunan Muria kepada Mbah Anshori. Sunan Muria hanya berpesan  jika Mbah Anshori hendak menemuinya, ucapkan salam saja dari jarak jauh dengan suara lirih.

Mbah Anshori pun kembali ke makam Pageran Gadung guna meneruskan meditasinya. Hingga suatu saat ada petunjuk untuk ziarah ke makam Sunan Muria lagi. Maka, beliau ingat pesan Kanjeng Sunan agar mengucapkan salam dari kejauhan. Yang kemudian terjadi, Sunan Muria menjawab salamnya. Kemudian beliau melihat dan berdialog dengan roh Sunan Muria. Pada kesempatan kedua itu, Kanjeng Sunan Muria mengajarkan Mbah Anshori tentang Asmak Malaikat Tingkat 1.



Makam Sunan Muria (Bagian Dalam)
Makam Pangeran Gadung Sosro Kusumo

Afirmasi atau doa yang diucapkan oleh Sunan Muria, begitu terdengar oleh Mbah Anshori, menjadikan beliau langsung hafal tanpa harus ada usaha untuk mengingat. Setelah mendapatkan ajaran Asmak Malaikat Tingkat 1, Mbah Anshori turun gunung untuk mengamalkan ilmunya di masyarakat. Meskipun waktu itu Mbah Anshori belum tahu secara pasti apa manfaat afirmasi yang diajarkan oleh Sunan Muria.

Mbah Anshori kemudian mengajarkan afirmasi Asmak Malaikat Tingkat 1 kepada beberapa orang di desa Bengkal, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seperti telah direncanakan Tuhan, Mereka yang mendapatkan pelajaran dari Mbah Anshori kemudian mendapatkan ujian untuk membuktikan manfaat Asmak Malaikat. Sebagian dari mereka dengan tidak sengaja, terlibat perkelahian dengan orang yang menggunakan senjata tajam. Dengan pertolongan Tuhan, serangan senjata tajam tidak melukai murid Mbah Anshori tersebut.

Kejadian aneh ini kemudian dilaporkan kepada Mbah Anshori. Kejadian itu membuat Mbah Anshori menduga bahwa wejangan dari Sunan Muria adalah ilmu untuk keselamatan. Merasa mendapatkan ilmu baru yang belum sempurna, Mbah Anshori kembali ke Gunung Muria untuk melakukan meditasi. Hari demi hari, Petunjuk Kanjeng Sunan Muria terus membimbingnya. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, Mbah Ahmad Anshori  telah sempurna menguasai Asmak Malaikat tingkat 1 sampai 5 dan Sahadat Pamungkas. Kanjeng Sunan Muria pun mengajarkan bagaimana cara menurunkan Asmak Malaikat kepada orang lain.

Setelah selesai semua pelajaran yang diberikan oleh Sunan Muria, Mbah Anshori menguasai 5 tingkatan ilmu Asmak Malaikat, dan satu ilmu sebagai penutup yang diberi nama Sahadad Pamungkas atau "kesaksian terakhir". Sifat Asmak Malaikat lebih cenderung pada pertahanan (defensif), sedangkan Sahadad Pamungkas bersifat ageresif (menyerang dan mempengaruhi fisik dan pikiran). Sahadat Pamungkas adalah suatu ilmu yang berdiri sendiri, bukan termasuk tingkatan Asmak Malaikat. Akan tetapi, menurut tradisi, seorang murid sebaiknya sudah belajar Asmak Malaikat Tingkat 3 sebelum mempelajari Sahadat Pamungkas.

Catatan : Dalam ajaran kejawen, khususnya Asmak Malaikat yang diajarkan oleh Mbah Ahmad Anshori, memang tidak pernah dibahas adanya cakra-cakra yang diaktifkan dan diselaraskan ketika proses attunement. Akan tetapi bukan berarti Asmak Malaikat tidak berpengaruh terhadap cakra, aura, tubuh eterik (tubuh halus atau tubuh energi), nadi (saluran energi), dan energi kundalini. Setiap jenis energi eterik (energi metafisik), apapun orang menamakannya, disadari ataupun tidak, pasti akan berhubungan dengan sistem cakra - atau lebih tepatnya sistem tubuh eterik -  yang ada pada setiap manusia. Cakra merupakan organ metafisik yang mengolah berbagai jenis energi untuk tubuh fisik, jiwa, dan roh manusia.

Diantara para guru Asmak Malaikat, sepertinya Master Narendra-lah yang pertama kali membahas hubungan Asmak Malaikat dengan cakra. Mungkin karena dari sejumlah guru Asmak Malaikat, hanya Master Narendra yang sempat mempelajari secara mendalam tentang reiki, yoga, dan kundalini.

Secara ringkas manfaat setiap tingkatan Asmak Malaikat adalah:

Membuka dan mengaktifkan cakra mahkota sebagai jalan masuknya energi malaikat. Manfaat Asmak Malaikat bagi diri sendiri untuk keselamatan, pengobatan, pembersihan energi negatif, kebangkitan tenaga dalam dasar, kepercayaan diri, ketenangan batin dan sebagainya. Menurut keterangan Mbah Anshori, seorang yang baru mempelajari Asmak Malaikat tingkat 1, masih bisa diserang oleh orang lain yang ingin melukai, tetapi serangan apapun tidak akan menimbulkan rasa sakit atau luka.

Membuka dan mengaktifkan cakra telapak tangan untuk menyalurkan energi kepada orang lain. Membuka dan mengaktifkan cakra jantung untuk kelancaran penyaluran Energi Malaikat. Mulai bisa memanfaatkan Asmak Malaikat untuk melindungi dan mengobati penyakit orang lain. Melumpuhkan orang yang beniat jahat dalam jarak sekitar 1-5 meter dari tubuh Anda. Dengan demikian, tidak ada serangan yang menyentuh kulit Anda.


Pembukaan dan pengaktifan cakra pusar dan cakra tantien (pusat tenaga dalam) untuk memaksimalkan proses pembentukan Tenaga Dalam. Pembersihan menyeluruh pada tubuh eterik, pemurnian energi, dan pembersihan seluruh cakra utama, cakra minor, dan saluran-saluran energi untuk persiapan menjadi Master Asmak Malaikat. Energi perlindungan tingkat tinggi, menarik energi berbagai unsur logam untuk pertahanan, menangani gangguan sihir tingkat tinggi. Mengobati penyaki kronis.

Mendapatkan hak untuk memberi attunement tingkat 1 sampai 3. Menguasai teknik penyaluran energi malaikat kepada benda mati atau makhluk hidup untuk perlindungan dan pengobatan jarak dekat maupun jarak jauh. Meningkatkan kepekaan telapak tangan (pembersihan dan pengaktifan sempurna untuk cakra telapak tangan) untuk deteksi energi.

Mendapatkan hak untuk memberi attunement tingkat 1 sampai 4. Penyempurna Asmak Malaikat. Mengobati gangguan otot dan tulang. Tanpa disentuh, posisi otot dan tulang yang salah akan dibetulkan oleh Energi Malaikat. Membuka cakra ajna dan cakra mahkota lebih aktif, meningkatkan kesadaran diri, mepertajam intuisi, lebih peka pada isyarat alam,  menjadi manusia yang bahagia dan tenang batinnya dalam kondisi apapun, dan berbagai manfaat lainnya. Meditasi afirmasi tingkat 5 secara bertahap akan mengaktifkan seluruh cakra mayor dan minor, memunculkan berbagai potensi spiritual yang bisa Anda manfaatkan.

Sahadat Pamungkas
Membangkitkan tenaga dalam tingkat tinggi, pukulan jarak jauh kepada orang berniat jahat atau marah. Memantulkan (mengembalikan) kejahatan kepada pelakunya, memberi pelajaran kepada orang yang jahat agar bertobat, meredam amarah, meluluhkan hati, menjinakkan binatang buas, orang yang menghina menjadi hormat, rasa benci menjadi kasih kaming dan sebagianya.

Manfaat Asmak Malaikat dan Sahadat Pamungkas terus berkembang, seiring pengembangan dan pengalaman para praktisi selama mempelajari Asmak Malaikat. Banyak manfaat yang kemudian diketahui setelah terjadi suatu peristiwa. Terus terang kami tidak bisa memberi batasan manfaat apa saja yang bisa didapat dengan mempelajari Asmak Malaikat. Kami rasa, terbuka bagi siapapun untuk mengembangkan potensi Asmak Malaikat yang masih menjadi misteri. Sejauh Tuhan berkehendak, sejauh itulah kemampuan spiritual yang bisa kita dapatkan dari Asmak Malaikat.


Orang Pertama Yang Mendapatkan Asmak Malaikat

Sejauh pengetahuan kami, hanya Mbah Ahmad Anshori yang mendapatkan pelajaran langsung dari Sunan Muria tentang Asmak Malaikat ini. Kami tidak memastikan bahwa Mbah Anshori adalah satu-satu-nya, tetapi perlu diwaspadai dan ditelusuri kejujurannya jika suatu saat Anda bertemu orang yang mengaku mendapatkan Asmak Malaikat langsung dari Sunan Muria. Mbah Anshori mengajarkan Asmak Malaikat kepada ratusan atau mungkin ribuan murid. Sebagian murid Mbah Anshori juga mengajarkannya kepada murid lain, begitu seterusnya. Jadi tidak heran, jika suatu saat Anda mendapatkan ajaran Asmak Malaikat yang kurang lengkap atau bahkan diselewengkan, dikarenakan sifat, pemahaman dan tujuan manusia (baca : murid Mbah Anshori) yang berbeda-beda.

Waktu Mbah Anshori mendapatkan Asmak Malaikat (tahun 1978), Sunan Muria secara fisik memang sudah meninggal dunia. Namun para pelaku spiritual dan sebagian besar orang beragama meyakini bahwa "roh orang suci" tetap bisa memberikan bimbingan kepada manusia di dunia.

Mungkinkah Asmak Malaikat pernah diajarkan Sunan Muria saat masih hidup di dunia ?Kami tidak tahu pasti mengenai hal ini. Sejauh pengetahuan kami dan pencarian informasi selama ini, belum ada orang yang mengaku mendapatkan Asmak Malaikat secara turun-temurun yang mana ajaran tersebut disampaikan oleh Sunan Muria saat masih hidup di dunia.


Pantangan Pemilik Asmak Malaikat

Mbah Anshori pernah menjelaskan, bahwa praktisi Asmak Malaikat tidak boleh melakukan 3 hal dengan sengaja seumur hidupnya. Jika hal itu dilanggar, maka kemampuan spiritual yang dimilikinya akan luntur, dan untuk mengembalikannya dia harus mendapatkan attunement dari gurunya lagi. Tiga hal tersebut adalah:
Tidak boleh memakan daun atau buah mengkudu.
Tidak boleh memengang kendi (teko atau tempat air minum dari tanah khas jawa) yang sedang dipegang orang lain.
Tidak boleh menyatukan/menempelkan telapak kaki kanan dengan kiri.
Tanpa maksud meremehkan tradisi dan keyakinan guru kami (Mbah Anshori), kami memperbolehkan murid untuk melakukan 3 hal di atas. Dengan syarat murid tidak punya keyakinan bahwa melakukan 3 hal di atas bisa menghilangkan kemampuan spiritualnya. Sebenarnya, apa yang terjadi pada diri kita adalah dari buah pikiran dan keyakinan kita sendiri. Kami mengatakan demikian bukan asal bicara. Kami telah melakukan percobaan kepada beberapa murid. Kepada sebagian murid kami beri pantangan seperti di atas, dan kepada sebagian lagi kami mengatakan bahwa Asmak Malaikat tidak ada pantangan.

Setelah beberapa lama, kami perintahkan semua murid untuk memakan buah mengkudu. Kami tidak menjelaskan alasan apapun ketika memerintah mereka memakan buah yang dilarang tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Murid yang kami beritahu tentang adanya pantangan, seketika hilang kepercayaan dirinya, dan kemampuan spiritualnya pun menurun drastis. Baru setelah kami lakukan attunement ulang kemampuan spiritual mereka kembali normal. Di lain pihak, murid yang belum tahu adanya pantang tersebut tidak mengalami penurunan kemampuan spiritual.

Jadi kesimpulan kami, mengenai 3 pantang di atas adalah tergantung pikiran Anda meyakininya. Kami tidak memberi pantangan apapun kepada murid yang belajar Asmak Malaikat. Namun bagi yang meyakini 3 hal di atas bisa membuat kemampuan spiritual Anda berkurang, sebaiknya Anda mematuhi pantangan tersebut.

Kalau memang boleh dilanggar, Apa tujuan diberlakukannya larangan atau pantangan di atas? - Pantangan merupakan salah satu cara guru-guru ilmu kejawen untuk mendidik murid agar bersifat mawas diri (waspada) dan sebagai tanda penghargaan terhadap ilmunya. Dengan adanya pantangan, maka seumur hidupnya, murid akan berhati-hati, waspada, menjaga perbuatan agar jangan sampai melanggar pantangan. Karena adanya pantangan pula, akan terlihat manakah murid yang sungguh-sungguh dalam belajar dan menghargai ilmu. Murid yang meremehkan ilmu dan tidak serius ingin belajar, suatu saat pasti akan berani melanggar pantangan.

Kalau Pak Narendra bagaimana? - Sebenarnya Bapak Narendra tidak meyakini, bahwa melakukan tiga hal yang dilarang tersebut akan menyebabkan hilangnya bantuan dari para Malaikat yang menjadi "khodam" Ilmu Asmak Malaikat. Namun, ada satu ucapan (yang bisa dikatakan sebagai janji) kepada guru Bapak Narendra, Mbah Ahmad Anshori. Sebelum Bapak Narendra menerima Asmak Malaikat, Mbah Anshori menjelaskan tiga pantangan tersebut. Bapak Narendra kemudian menyanggupi untuk tidak melakukan pantangan itu seumur hidup kami, kecuali dalam kondisi terpaksa. Maka bisa dikatakan Bapk Narendra juga mematuhi tiga pantangan Asmak Malaikat tersebut.

Anda sudah mengerti sekarang. Pantangan hanyalah salah satu bentuk latihan kewaspadaan dan cara menghargai subuah ilmu spiritual jawa. Nah, Anda sebagai orang yang berpikiran maju, silakan mengolah sendiri. Apakah Anda akan mematuhi pantangan Asmak Malaikat atau memilih belajar Asmak Malaikat tanpa pantangan.

PROSES BELAJAR ASMAK MALAIKAT

PANGERAN CAKRABUANA




Profile Pangeran Cakra Buana Cirebon

Pangeran Cakra Buana dikenal juga dengan nama Raden Walangsungsang atau Kian Santang danProfile Pangeran Cakra Buana Cirebon
Pangeran Cakra Buana dikenal juga dengan nama Raden Walangsungsang atau Kian Santang dan nama Islam Haji Abdullah Iman. Pangeran Cakra Buana adalah anak dari Prabu Siliwangi raja Padjajaran yang lengkapnya Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istri yang bernama Subang Larang yang merupakan istri kedua. Subang Larang ini adalah anak dari Ki Gedeng Tapa. 

Saudara seibu dari Pangeran Cakra Buana adalah Nyai Lara Santang atau Syarifah Mudaim dan Raden Sangara.

Karena memeluk agama Islam, maka Pangeran Cakra Buana tidak berhak sebagai putera mahkota dari kerajaan Pakuan Pajajaran, dan Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang yang menjadi putra mahkota.

Pangeran Cakra Buana atau Raden Walangsungsang mendirikan istana Pakungwati dan membuat pemerintahan di Cirebon. Maka, pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, adalah Raja Cirebon pertama di keraton Pakungwati dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada seluruh penduduk Cirebon.

Saat ini nama Pangeran Cakra Buana diabadikan menjadi nama Jalan yang menghubungkan kota Cirebon dari mulai Pasar Kali Tanjung sampai dengan Pasar Sumber atau wilayah Kabupaten Cirebon.

Pangeran Cakra Buana adalah paman dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatulloh yang merupakan anak dari Nyai Lara Santang yang menikah dengan Syekh Maulana Akbar (Syarif Abdullah) dari Gujarat, India.
at 4:54 AM  
Email This
 nama Islam Haji Abdullah Iman. Pangeran Cakra Buana adalah anak dari Prabu Siliwangi raja Padjajaran yang lengkapnya Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istri yang bernama Subang Larang yang merupakan istri kedua. Subang Larang ini adalah anak dari Ki Gedeng Tapa.

Saudara seibu dari Pangeran Cakra Buana adalah Nyai Lara Santang atau Syarifah Mudaim dan Raden Sangara.

Karena memeluk agama Islam, maka Pangeran Cakra Buana tidak berhak sebagai putera mahkota dari kerajaan Pakuan Pajajaran, dan Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang yang menjadi putra mahkota.

Pangeran Cakra Buana atau Raden Walangsungsang mendirikan istana Pakungwati dan membuat pemerintahan di Cirebon. Maka, pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, adalah Raja Cirebon pertama di keraton Pakungwati dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada seluruh penduduk Cirebon.

Saat ini nama Pangeran Cakra Buana diabadikan menjadi nama Jalan yang menghubungkan kota Cirebon dari mulai Pasar Kali Tanjung sampai dengan Pasar Sumber atau wilayah Kabupaten Cirebon.

Pangeran Cakra Buana adalah paman dari Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatulloh yang merupakan anak dari Nyai Lara Santang yang menikah dengan Syekh Maulana Akbar (Syarif Abdullah) dari Gujarat, India.

tahu gejrot




t

Informasi
Asal Cirebon
Daerah Jawa Barat
Tahu gejrot adalah makanan khas Cirebon, Indonesia. Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil.
  Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Kategori: Masakan

CARA MELIHAT AURA SENDIRI


Bagi yang mau melihat aura.nya sendiri dgn mata telanjang banyak lohhh cara2 yg bisa jd alternatif..

CEKIDOT...http://synapticstimuli.com/wp-content/uploads/2009/03/aura-2-690x448.jpg



1. berdirilah menghadap dinding PUTIH

tarik nafas dan tahan di perut dan mulailah tempelkan telapak tangan ke dinding, dan hembuskan nafas, visualisasikan hembusan nafas tadi mengalir ke telapak tangan. diamkan selama 20 detik, kemudian angkat tangannya, di dinding putih tersebut akan terlihat jelas bekas telapak tangan kita. Pandanglah AURA itu dengan kosentrasi penuh.

2. CERMIN BERLATAR BELAKANG DINDING PUTIH

Duduklah di depan cermin besar. Usahakan latar belakangnya adalah dinding putih. Ambil konsentrasi penuh dan fokuskan pandangan pada tepian tubuh kita di cermin. INGAT!! JANGAN MELIHAT TUBUH MELAINKAN TEPIAN TUBUH.
Jika berhasil tidak akan lama kita akan melihat dengan jelas munculnya sinar aura di tepian tubuh kita.
ULANGI SAMPAI BERHASIL... Kuncinya harus FOKUS dan KONSENTRASI.

3. DUA TELAPAK TANGAN YG DIHADAPKAN

Duduklah bersila, konsentrasi tajam dan lakukan tarik nafas dalam, kemudian tahan 20 detik dengan dua telapak tangan saling dihadapkan diletakkan didepan dada. hembuskan nafas sambil visualisasikan dengan fokus Energi mengalir ke kedua telapak tangan.
kemudian angkat sedikit kedua tangan yg berhadapan tersebut persis di depan mata kita. Pandanglah dengan konsentrasi penuh, maka akan terlihat warna keabu-abuan atau sinar putih halus diantara kedua telapak tangan kita.

terus kosentrasi sampai warna aura tubuh kita yg sebenarnya muncul di atas warna putih atau keabu-abuan tersebut.

4. SINAR BULAN PURNAMA

Duduk/berdiri santai di tempat terbuka, di luar rumah, lihatlah bayangan tubuh kita dari sinar bulan tersebut, pandanglah bayangan tersebut di tepian di sekitar kepala kita. Perhatikan terus dengan kosentrasi penuh. Jika berhasil maka sinar aura tersebut akan melenyapkan bayangan kepala kita

KOTA CIREBON



GEOGRAFI

Kota Cirebon terletak pada 6°41′S 108°33′E pantai Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari barat ke timur 8 kilometer, Utara ke Selatan 11 kilometer dengan ketinggian dari permukaan laut 5 meter (termasuk dataran rendah). Kota Cirebon dapat ditempuh melalui jalan darat sejauh 130 km dari arah Kota Bandung dan 258 km dari arah Kota Jakarta.
Kota Cirebon terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letaknya yang berada di wilayah pantai menjadikan Kota Cirebon memiliki wilayah dataran yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah perbukitannya. Luas Kota Cirebon adalah 37,54 km2 dengan dominasi penggunaan lahan untuk perumahan (32%) dan tanah pertanian (38%).
Wilayah Kotamadya Cirebon Sebelah Utara dibatasi Sungai Kedung Pane, Sebelah Barat dibatasi Sungai Banjir Kanal, Kabupaten Cirebon, Sebelah Selatan dibatasi Sungai Kalijaga, Sebelah Timur dibatasi Laut Jawa.
Sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0-2000 dpl, sementara kemiringan lereng antara 0-40 % dimana 0-3 % merupakan daerah berkarateristik kota, 3-25 % daerah transmisi dan 25-40 % merupakan pinggiran.
Kota ini dilalui oleh beberapa sungai di antaranya Sungai Kedung Pane, Sungai Sukalila, Sungai Kesunean, dan Sungai Kalijaga.

IKLIM

Kota Cirebon termasuk daerah iklim tropis, Banyaknya curah hujan 1.351 mm per tahun dengan hari hujan 86 hari. Kelembaban udara berkisar antara ± 48-93% dengan kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Januari-Maret dan angka terendah terjadi pada bulan Juni-Agustus.

[sembunyikan]Data iklim untuk Kota cirebon
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 33.5
(92.3) 30.2
(86.4) 30.4
(86.7) 31.0
(87.8) 30.2
(86.4) 30.0
(86) 31.2
(88.2) 31.5
(88.7) 25.2
(77.4) 31.8
(89.2) 30.8
(87.4) 36.4
(97.5) 31,02
(87,84)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.3
(72.1) 20.1
(68.2) 22.1
(71.8) 22.2
(72) 24.9
(76.8) 25.0
(77) 24.3
(75.7) 25.2
(77.4) 20.5
(68.9) 25.6
(78.1) 25.2
(77.4) 24.7
(76.5) 23,51
(74,32)
Presipitasi mm (inches) 357
(14.06) 354
(13.94) 165
(6.5) 101
(3.98) 212
(8.35) 139
(5.47) 158
(6.22) 61
(2.4) 144
(5.67) 134
(5.28) 257
(10.12) 298
(11.73) 2.380
(93,7)
Rata-rata hari berhujan 20 12 18 14 12 12 9 5 8 12 13 13 148
Sumber: Kota Cirebon Dalam Angka 2010,Cuaca
Rata-rata curah hujan tahunan di kota Cirebon ± 2260 mm/tahun dengan jumlah hari hujan ± 155 hari. Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, iklim di kota Cirebon termasuk dalam tipe iklim C dengan nilai Q ± 37,5% (persentase antara bulan kering dan bulan basah). Musin hujan jatuh pada bulan Oktober-April, dan musim kemarau jatuh pada bulan Juni-September.
Keadaan angin terdapat tiga macam angin :
Angin Musim Barat : antara Desember sampai Maret
Angin Pancaroba : antara April sampai Nopember
Angin Musim Timur : antara Mei sampai Oktober

ETIMOLOGI


Cirebon dikenal dengan nama Kota Udang[3] dan Kota Wali. Selain itu kota Cirebon disebut juga sebagai Caruban Nagari (penanda gunung Ceremai)[4] dan Grage (Negeri Gede dalam bahasa jawa cirebon berarti kerajaan yang luas).[5] Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan Jawa.
Nama Cirebon berasal dari kata Caruban,[6] dalam Bahasa sunda yang berarti campuran (karena budaya Cirebon merupakan campuran dari budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsur-unsur budaya Arab) atau bisa juga berasal dari kata Ci yang artinya air atau sungai dan Rebon yang artinya udang dalam Bahasa Sunda (karena udang merupakan salah satu hasil perikanan Kota Cirebon).


SEJARAH



Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kesultanan Cirebon
Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad 15 di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Pajajaran). Dan di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.

Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh karena itu Raja Galuh mengirimkan bala tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.
Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Raja bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan Asia Tenggara.[7]
kemudian pada tanggal 7 Januari 1681 Cirebon secara politik dan ekonomi berada dalam pengawasan pihak VOC, setelah penguasa Cirebon waktu itu menanda tangani perjanjian dengan VOC.[8]
Pada masa kolonial pemerintah Hindia Belanda, tahun 1906 Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon dengan luas 1.100 ha dan berpenduduk 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Kemudian pada tahun 1942, Kota Cirebon diperluas menjadi 2.450 ha dan tahun 1957 status pemerintahannya menjadi Kotapraja dengan luas 3.300 ha, setelah ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965 luas wilayahnya menjadi 3.600 ha.
Pada tanggal 15 April 2011, Kota Cirebon diguncang dengan bom bunuh diri. Lokasi pengeboman berada di masjid Mapolresta Cirebon. Pada peristiwa tersebut, pelaku bom bunuh diri tewas seketika, dan terdapat beberapa orang luka parah.



Pemerintahan

Setelah berstatus Gemeente Cirebon pada tahun 1906, kota ini baru dipimpin oleh seorang Burgermeester (wali kota) pada tahun 1920 dengan wali kota pertamanya adalah J.H. Johan. Kemudian dilanjutkan oleh R.A. Scotman pada tahun 1925. Pada tahun 1926 Gemeente Cirebon ditingkatkan statusnya oleh pemerintah Hindia-Belanda menjadi stadgemeente, dengan otonomi yang lebih luas untuk mengatur pengembangan kotanya. Selanjutnya pada tahun 1928 dipilih J.M. van Oostrom Soede sebagai wali kota berikutnya.
Pada masa pendudukan tentara Jepang ditunjuk Asikin Nataatmaja sebagai Shitjo (wali kota) yang memerintah antara tahun 1942-1943. Kemudian dilanjutkan oleh Muhiran Suria sampai tahun 1949, sebelum digantikan oleh Prinata Kusuma.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, pemerintah Kota Cirebon berusaha mengubah citra Kota Cirebon yang telah terbentuk pada masa kolonial Belanda dengan simbol dan identitas kota yang baru, berbeda dari sebelumnya. di mana kota ini dikenal dengan semboyannya per aspera ad astra (dari duri onak dan lumpur menuju bintang), kemudian diganti dengan motto yang digunakan saat ini. Pada tahun 2010 berdasarkan survei persepsi kota-kota di seluruh Indonesia oleh Transparency International Indonesia (TII), kota ini termasuk kota terkorup di Indonesia bersama dengan Kota Pekanbaru, hal ini dilihat dari Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (IPK-Indonesia) 2010 yang merupakan pengukuran tingkat korupsi pemerintah daerah di Indonesia, kota ini sama-sama mendapat nilai IPK sebesar 3.61, dengan rentang indeks 0 sampai 10, 0 berarti dipersepsikan sangat korup, sedangkan 10 sangat bersih. Total responden yang diwawancarai dalam survei yang dilakukan antara Mei dan Oktober 2010 adalah 9237 responden, yang terdiri dari para pelaku bisnis.[10][11]
Wilayah administrasi Pemerintah Kota Cirebon berluas 37,358 km2, pada tahun 2008 terdiri dari 5 wilayah kecamatan, 22 kelurahan, 247 Rukun Warga (RW), dan 1.352 Rukun Tetangga (RT). Harjamukti merupakan kecamatan terluas (47%), kemudian berturut-turut Kesambi (22%), Lemahwungkuk (17%), Kejaksan (10%) dan Pekalipan (4%).
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Pemerintahan Kota Cirebon mencapai 6.982 orang, dengan komposisi pegawai laki-laki sebanyak 3.532 orang dan pegawai perempuan sebanya 3.450 orang. Tingkat pendidikan PNS di Pemerintahan Kota Cirebon yang terbanyak adalah lulusan S1 dan SLTA, lulusan S1 mencapai 32,34 persen, sedangkan lulusan SLTA mencapai 28,12 persen. Sementara itu lulusan D3 mencapai 22,23 persen, SLTP sekitar 7,69 persen, D1/D3 sekitar 26,37 persen, dan S2 sekitar 1,85 persen, dan masih ada lulusan SD yang bekerja yaitu mencapai 3,64 persen.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Cirebon pada tahun 2008 sebanyak 30 orang, yang terdiri 28 laki-laki dan 2 perempuan, dengan mayoritas tingkat pendidikan anggota DPRD adalah lulusan SLTA sebesar 13 orang, kemudian terbanyak kedua lulusan S1 sebesar 10 orang, dan lulusan S2 sebanyak 7 orang. Anggota DPRD tersebut terbagi kedalam 6 fraksi, Anggota fraksi terbanyak adalah Fraksi PDIP dan Fraksi Golkar, yang masing-masing sebesar 26,7 persen , sedangkan untuk fraksi lainnya, seperti Fraksi PAN mencapai 13,3 persen, PKB sekitar 13,3 persen, Fraksi PKS sekitar 10,0 persen dan Fraksi Partai Demokrat sebesar 10,0 persen.[12]
[sunting]penduduk

Menurut hasil Suseda Jawa Barat Tahun 2010 jumlah penduduk Kota Cirebon telah mencapai jumlah 298 ribu jiwa. Dengan komposisi penduduk laki-laki sekitar 145 ribu jiwa dan perempuan sekitar 153 ribu jiwa, dan ratio jenis kelamin sekitar 94,85
Penduduk Kota Cirebon tersebar di lima kecamatan, kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Pekalipan sebesar 21,5 ribu jiwa/km², terpadat kedua adalah Kecamatan Kejaksan 11,8 ribu jiwa/km², kemudian Kecamatan Kesambi 8,8 ribu jiwa/km², Kecamatan Lemahwungkuk 8,45 ribu jiwa/km², dan kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Harjamukti hampir 5,48 ribu jiwa/km².
[sunting]Perhubungan

Lihat pula:Pelabuhan Cirebon dan Stasiun Cirebon 


Penumpang Kereta api Cirebon Ekspres di stasiun Cirebon.
Kota Cirebon terletak di wilayah strategis, yakni titik bertemunya jalur tiga kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, dan Semarang. Semua jenis transportasi itu baik transportasi darat, laut, dan udara saling berintegrasi mendukung pembangunan di kota Cirebon.
Kota Cirebon memiliki dua stasiun kereta api, yakni Stasiun Kejaksan dan Stasiun Prujakan. Stasiun Kejaksan berarsitektur khas kolonial Belanda, stasiun ini melayani hampir semua tujuan kota - kota lainnya baik itu kota besar maupun kota kecil di pulau Jawa. Terminal angkutan darat di Kota Cirebon di antaranya terminal besar Harjamukti, letaknya di jalan By Pass Kota Cirebon.
Pelabuhan Cirebon saat ini hanya digunakan untuk pengangkutan batu bara dan kebutuhan pokok dari pulau-pulau lain di Indonesia. Bandar Udara Cakrabuana merupakan bandar udara di Kota Cirebon saat ini hanya dijadikan sebagai bandara khusus militer.
Di kota ini masih terdapat Becak khas Cirebon sebagai sarana transportasi rakyat sekaligus sarana untuk wisata keliling kota.
[sunting]Pengangkutan dan Komunikasi

Menurut catatan Dinas Kimpraswil Kota Cirebon, panjang jalan di Kota Cirebon pada tahun 2009, tercatat panjangnya mencapai 166,686 km. Dari panjang jalan tersebut, sebagian besar (99%) merupakan jalan yang sudah diaspal yaitu sepanjang 165,217 km; dan sepanjang 1,448 km (1%) merupakan jalan berkerikil. Dilihat dari kondisi jalan, sepanjang 161,439 km kondisinya baik, dan sekitar 4,141km kondisi sedang, serta sebanyak 1,08 km kondisinya rusak, baik rusak berat maupun ringan.
Jumlah sepeda motor, mobil penumpang, dan mobil barang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2006 jumlah sepeda motor tercatat sebanyak 80.714 buah dan pada tahun 2008 jumlahnya meningkat menjadi 109.961 buah.
Kegiatan di pelabuhan laut Cirebon sepanjang tahun 2006-2009 mengalami penurunan dari 1.809 kapal yang berlabuh pada tahun 2006 menjadi 1.630 kapal yang berlabuh pada tahun 2009. Dari sejumlah kapal tersebut 40 kapal merupakan jenis pelayaran luar negeri, sebanyak 1.488 kapal merupakan jenis kapal pelayaran dalam negeri, 132 kapal merupakan pelayaran rakyat. Arus barang berdasarkan perdagangan di pelabuhan Cirebon di dominasi oleh bongkar muatan antar pulau.
lalu lintas penerbangan melalui Bandara Penggung Cirebon mengalami peningkatan dari sebanyak 899 pesawat pada tahun 2009 menjadi 1.110 pesawat pada tahun 2010. Pada tahun 2010 juga terjadi peningkatan volume keberangkatan pesawat, karena pada 2010 terdapat 1.117 pesawat yang berangkat dari bandara Penggung.
Penumpang yang diangkut melalui stasiun kereta Cirebon pada tahun 2009 telah mencapai 683.912 orang. Bulan Juni merupakan jumlah penumpang kereta api terbanyak yaitu mencapai 70.145 orang, sedangkan yang terendah terjadi di bulan Februari yang mencapai 40.914 orang.
Data pengiriman surat dalam negeri melalui kantor pos. Tercatat pengiriman surat dalam negeri tahun 2009 tercatat sebanyak 541.912 surat. Untuk jenis pengiriman surat yang terbanyak masih pengiriman surat biasa, kemudian pengiriman surat kilat khusus dan pengiriman surat kilat.[13]
[sunting]Perekonomian



Gedung Bank Indonesia, salah satu bangunan peninggalan Belanda di Cirebon
Perekonomi Kota Cirebon dipengaruhi oleh letak geografis yang strategis dan karakteristik sumber daya alam sehingga struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa. Tomé Pires dalam Suma Orientalnya sekitar tahun 1513 menyebutkan Cirebon merupakan salah satu sentra perdagangan di Pulau Jawa. Setelah Cirebon diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda, pada tahun 1859, pelabuhan Cirebon ditetapkan sebagai transit barang ekspor-impor dan pusat pengendalian politik untuk kawasan di pedalaman Jawa.
Sampai tahun 2001 kontribusi perekonomian untuk Kota Cirebon adalah industri pengolahan (41,32%), kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (29,8%), sektor pengangkutan dan komunikasi (13,56%), sektor jasa-jasa (6,06%). Sedangkan sektor lainnya (9,26%) meliputi sektor pertambangan, pertanian, bangunan, listrik, dan gas rata-rata 2-3%.
Salah satu wujud usaha di sektor informal adalah pedagang kaki lima, Kota Cirebon yang sering menjadi sasaran urbanisasi memiliki jumlah PKL yang cukup signifikan pada setiap tahunnya. Fenomena ini di satu sisi menggembirakan karena menunjukan dinamika ekonomi akar rumput, tapi di sisi lain jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan persoalan yang serius di sektor ketertiban dan tata ruang.
Perusahaan rokok multinasional, British American Tobacco (BAT), merupakan salah satu produsen rokok yang pernah berdiri di Kota Cirebon. Namun pada tahun 2010, guna mengefisiensikan produksinya, merelokasi pabrik di Kota Cirebon ke Kota Malang.
Kota Cirebon memiliki 12 kompleks ruko, 13 bangunan plaza dan mall serta 12 pasar tradisional.
Kota Cirebon memiliki beberapa pusat perbelanjaan di antaranya Cirebon Mall daerah Kota Tua (BAT) di Jalan Syarief Abdurahman, CSB Mall (Cirebon Super Block) berlokasi di pusat Kota Cirebon Jalan DR. Cipto Mangunkusumo dengan luas 6.2 ha, Grage Mall bertempat di Jalan Tentara Pelajar, Giant Hypermarket terletak di sekitar area Stadion Bima Jalan Brigjen Dharsono (By-Pass), Plaza Yogya Siliwangi di Jalan Siliwangi, Plaza Yogya Grand Center di Jalan Karanggetas, Rajawali Trade Center (RTC), Pusat Grosir Cirebon (PGC), Asia Plaza, Surya Plaza, Carrefour SuperStore, Gunung Sari Trade Center (GTC), Balong Indah Plaza dan Plaza Index "Ace Hardware".[14]
Pada triwulan I 2010, Kota Cirebon mengalami laju inflasi tertinggi dibandingkan dengan kota lainnya di Jawa Barat. Faktor pendorong kenaikan laju inflasi terutama berasal dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa, keuangan serta pendidikan, Pariwisata, dan olahraga.
Kelompok Triwulan II 2009 Triwulan III 2009 Triwulan IV 2009 Triwulan I 2010
Bahan makanan 1.84 3.72 4.68 3.58
Makanan jadi 7.67 6.55 5.99 5.30
Perumahan 9.17 4.11 3.64 2.31
Sandang 6.45 8.41 10.77 2.00
Kesehatan 6.85 6.68 5.48 2.53
Pendidikan 25.06 7.96 8.15 7.01
Transporstasi -6.67 -5.50 -2.95 2.29
Total 5.23 3.67 4.11 3.54
Inflasi Tahunan Kota Cirebon Menurut Kelompok Barang dan Jasa
Sumber:[15]
Kelompok transpor Kota Cirebon mengalami laju inflasi yang cukup tinggi karena kenaikan harga BBM nonsubsidi serta tarif jasa keuangan. Sementara itu, tarif kursus/pelatihan di Kota Cirebon relatif tinggi dibandingkan dengan kota-kota lainnya, sehingga mendorong tingginya inflasi kelompok pendidikan.
[sunting]Keuangan dan Harga

Pada tahun anggaran 2007 penerimaan mencapai 510,2 miliar rupiah, sementara itu pada tahun anggaran 2010 meningkat menjadi 758,7 miliar rupiah.
Pos penerimaan terbesar masih diperoleh dari bagian Dana Perimbangan yaitu sebesar 489,3 miliar rupiah atau sekitar 64,5 persen dari seluruh penerimaan daerah, penerimaan terbesar kedua berasal dari Bagian Pendapatan Asli Daerah yaitu sebesar 115,2 miliar rupiah atau sebesar 15,2 persen dari seluruh penerimaan daerah.
Besarnya Dana Perimbangan ini, terutama merupakan kontribusi dari dana alokasi umum (DAU) kepada pemerintah daerah Kota Cirebon yang pada tahun
2010 jumlahnya mencapai 412 miliar rupiah atau sebesar 84,2 persen dari total penerimaan. Pada tahun anggaran 2010 ini untuk realisasi belanja tidak langsung dan belanja langsung, tercatat belanja tidak langsung langsung sebesar 419,4 miliar rupiah dan belanja langsung sebesar 350,7 miliar rupiah. Dari sejumlah belanja tidak langsung, yang menggunakan keuangan terbesar adalah untuk pos belanja pegawai yaitu sebesar 347 miliar rupiah. Sementara itu untuk belanja langsung, pos terbesar adalah untuk belanja barang dan jasa yaitu sebesar 118,2 miliar.
Jumlah Koperasi di kota Cirebon tahun 2010 sebanyak 244 buah koperasi dengan anggota aktif sebanyak 29.089 orang. Angka tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 271 buah koperasi.[16]
[sunting]Pelayanan umum

[sunting]Listrik
Listrik selain untuk menunjang kegiatan ekonomi seperti industri, juga untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk dengan cara membuat kemudahan penduduk beraktifitas.
Dari data kelistrikan yang disajikan, tercatat jumlah pelanggan pengguna listrik mencapai pelanggan pada tahun 2010, dengan rincian sekitar 89,04 persen adalah pelanggan rumah tangga (R) dan 7,73 persen pelanggan bisnis (B), pelanggan golongan tarif sosial (S) sekitar 2,05 persen. Pelanggan industri hanya 0,16 persen. Daya terpasang pada tahun 2008 ini sebesar 133.655.500 KVA.[17]
[sunting]Air Minum
Penyedian sumber air minum sangat penting untuk sebuah kota seperti Kota Cirebon yang merupakan sebagian wilayahnya berbatasan dengan pantai, yang cenderung sebagian besar sumber airnya tidak layak untuk air minum. Oleh karena itu, ketersedian air oleh PDAM menjadi sangat penting.
Produksi air oleh PDAM Kota Cirebon, dalam kurun 2006- 2009 jumlah produksi air minum cenderung berfluktuasi, pada tahun 2006 produksi air mencapai 23.425.965 m3, kemudian menjadi 26.245.072 m3 (2007) dan turun pada tahun 2008 menjadi 25.432.691 m3, dan naik kembali menjadi 25.455.687 m3 pada tahun 2008. Untuk air yang disalurkan pada tahun 2009 mencapai 18.682.035 m3. Dengan rincian, air minum yang disalurkan pada rumahtangga sebesar 13.554.294 m3 ; hotel, obyek wisata dan industri sebesar 2.552.822 m3 ; Badan Sosial/Rumah Sakit sebesar 733.357 m3 .
Nilai penjualan air minum pada tahun 2009 mencapai 27.994 juta rupiah, turun sebesar 2,07 persen dibandingkan dengan tahun 2008. Nilai penjualan terbesar dihasilkan dari penjualan kepada golongan pelanggan rumahtangga dengan nilai sebesar 17.793 juta rupiah atau 63,56 persen dari total penjualan.[18]
Hampir 93 % penduduknya telah terlayani oleh layanan air bersih dari PDAM Cirebon, mayoritas pelanggan air bersih di kota ini adalah rumah tangga (90,37% atau sebanyak 59.006) dari jumlah total sambungan yang ada (65.287).[19]
[sunting]Kesehatan

Sejak pemerintah Hindia-Belanda, Kota Cirebon telah memiliki rumah sakit yang bernama Oranje, yang diresmikan penggunaannya pada 31 Agustus 1921 dan mulai beroperasi sejak tanggal 1 September 1921.
Pada tahun 2009 di Kota Cirebon telah tersedia sekitar 6 rumah sakit umum, 4 rumah sakit bersalin, 21 Puskesmas, 15 Puskemas Pembantu, 20 Puskesmas Keliling, serta 85 Apotik, dan 31 Toko Obat. Dengan jumlah tenaga medis seperti dokter spesialist sekitar 94 orang, dan 118 dokter umum, 45 dokter gigi, 847 perawat, serta 278 bidan. [20]
[sunting]Pendidikan

Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon (STTC)
Universitas Swadaya Gunung Jati
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon
Cirebon Institute of Computer (CIC)
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon (UNTAG)
STMIK IKMI Cirebon
STIKOM Poltek Cirebon
Universitas Muhammadiyah Cirebon
STMIK Catur Insan Cendekia Cirebon
Akademi Perdagangan Catur Insan Cendekia Cirebon
Stikes Mahardika Cirebon (STIKma)
Akademi Keperawatan (akper) Dharma Husada cirebon
Akademi Kebidanan (akbid) Isma Husada cirebon
WIT Institute Cirebon
Akademic Maritime Of Cirebon
LP3I Business College
Telkom PDC
Politeknik Kesehatan Negeri Tasikmalaya Cirebon
Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA atau MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 160 52 58 19 14
Data sekolah di Kota Cirebon
Sumber:[21][22]
[sunting]Pariwisata

Sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, Kota Cirebon menawarkan banyak pesona mulai dari wisata sejarah tentang kejayaan kerajaan Islam, kisah para wali, Komplek Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung sekitar 15 km ke arah barat pusat kota, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid At Taqwa, kelenteng kuno, dan bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda. Kota ini juga menyediakan bermacam kuliner khas Cirebon, dan terdapat sentra kerajinan rotan serta batik.
Cirebon mempunyai 4 keraton sekaligus di dalam kota, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon. Semuanya memiliki arsitektur gabungan dari elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda. Ciri khas bangunan keraton selalu menghadap ke utara dan ada sebuah masjid didekatnya. Setiap keraton mempunyai alun-alun sebagai tempat berkumpul, pasar dan patung macan di taman atau halaman depan sebagai perlambang dari Prabu Siliwangi, tokoh sentral terbentuknya kerajaan Cirebon. Ciri lain adalah piring porselen asli Tiongkok yang jadi penghias dinding. Beberapa piring konon diperoleh dari Eropa saat Cirebon jadi pelabuhan pusat perdagangan Pulau Jawa.
Kota Cirebon memiliki beberapa kawasan taman di antaranya Taman Air Sunyaragi dan Taman Ade Irma Suryani. Taman Air Sunyaragi memiliki teknologi pengaliran air yang canggih pada masanya, air mengalir di antara teras-teras tempat para putri raja bersolek, halaman rumput hijau tempat para ksatria berlatih, ditambah menara dan kamar istimewa yang pintunya terbuat dari tirai air. Sementara beberapa masakan khas kota ini sebagai bagian dari wisata kuliner antara lain: Sega Jamblang, Sega lengko, Empal gentong, Docang, Tahu gejrot, Kerupuk Melarat, Mendoan, Sate beber, Mi koclok, Empal asem, Nasi goreng Cirebon, Ketoprak Cirebon, Bubur ayam Cirebon, Kerupuk Udang dan sebagainya.
[sunting]Tempat-tempat yang layak dikunjungi

Keraton Kasepuhan

 

Keraton Kanoman

 

Keraton Kacirebonan

 

Keraton Keprabon

 
Taman Air Sunyaragi

 

Masjid Agung Sang Cipta Rasa



Masjid Panjunan

[sunting]Seni dan budaya



Tari Topeng Cirebon


Batik Motif Mega Mendung

Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Kota Cirebon merupakan perpaduan berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung dan Sandiwara Cirebonan.
Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Topeng Cirebon, Lukisan Kaca, Bunga Rotan dan Batik.
Salah satu ciri khas batik asal Cirebon yang tidak ditemui di tempat lain adalah motif Mega Mendung, yaitu motif berbentuk seperti awan bergumpal-gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama.
Motif Mega Mendung adalah ciptaan Pangeran Cakrabuana (1452-1479), yang hingga kini masih kerap digunakan. Motif tersebut didapat dari pengaruh keraton-keraton di Cirebon. Karena pada awalnya, seni batik Cirebon hanya dikenal di kalangan keraton. Sekarang dicirebon, batik motif mega mendung telah banyak digunakan berbagai kalangan. Selain itu terdapat juga motif-motif batik yang disesuaikan dengan ciri khas penduduk pesisir.[23]
[sunting]Pers dan media

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar_stasiun_radio_di_Indonesia#Jawa_Barat
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar_stasiun_televisi_regional_di_Indonesia#Jawa_Barat
Kota Cirebon sejak pemerintah Hindia-Belanda telah menjadi pusat penerbitan beberapa surat kabar, di antaranya Kepentingan Ra’jat, Poesaka Tjirebon, Koemandang Masjarakat. Setelah kemerdekaan Indonesia muncul Repoeblik. Saat ini beberapa surat kabar yang masih terbit diantaranya : Radar Cirebon dan Kabar Cirebon.[24]
Seluruh media televisi nasional saat ini telah disiarkan di Cirebon. Selain itu terdapat beberapa stasiun televisi lokal seperti CIREBON TV, Radar Cirebon Televisi (RCTV) dan DAIRI TV.
Kota Cirebon memiliki 16 stasiun radio, di antaranya:
DAIRI 87.6 FM
G-Radio FM 99,6
Ci Radio FM 90.2
Radio Simpati FM 88.3
Kita FM 105.6
Prima Sonata FM
Radio Assunnah FM 92.3
DBFM 90,8
PilaRADIO 88,6
RRI Pro 2 FM 97,5
Nuansa FM 104,2
Gita Suara FM 99,1
Swara Mulya Afrindo Rekatama FM 95,9
Cirebon FM 89,20
Ramanda 92,9 FM
Sindang Kasih 103,6 FM
[sunting]Putera Daerah


Affandi adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia.



Prof. Dr. Ir. Zuhal MSc EE. adalah mantan Menteri Riset dan Teknologi era Kabinet Reformasi Pembangunan dan mantan Direktur Utama PLN

Affandi
Hasan Alwi
Irish Bella
Pitrajaya Burnama
Rokhmin Dahuri
Chitra Dewi
Willem Anton Engelbrecht
Victor Aristide Honig van den Bossche
Saira Jihan
Mohamad Kusnaeni
Olaf J. de Landell
Dirk Theodoor Uden Masman
Yogie Suardi Memet
Ronald Anton Meyer
Djoko Munandar
Arifin C. Noer
Cecep Reza
Norbertus Riantiarno
Willem Nicolaas Rose
Hans Stam
Kaboel Suadi
Peggy Melati Sukma
Alam Surawidjaja
Catherine Surya
Ricky Karanda Suwardi
Jos Verdier
Hans Vernes
Nani Widjaja
Candra Wijaya
Rendra Wijaya
Dewi Yull
Helmy Faishal Zaini
Muhammad Zuhal
[sunting]Galeri kuliner

GALERI KULINER
Tahu Gejrot, tahu goreng dengan taburan gula merah































AJARAN BONANG






KESAKSIAN DALAM DIAM


   

“Jangan bertanya, Jangan memuja nabi dan wali-wali, Jangan mengaku Tuhan, Jangan mengira tidak ada padahal ada, Sebaiknya diam, Jangan sampai digoncang oleh kebingungan…”

Kenapa kita disarankan oleh Sunan Bonang untuk diam khususnya saat membicarakan soal-soal makrifatullah sebagaimana yang tertera dalam suluk Jebeng? Sebab, daripada sesat karena bila belum mengalami sendiri keadaan makrifat, maka yang biasa terjadi adalah saling beradu argumentasi untuk nggolek benere dhewe, nggolek menange dhewe padahal kasunyatannya tidak seperti yang digambarkan masing-masing orang…

Maka, kita diminta untuk diam dan suatu saat semoga kita mampu untuk menyaksikan sendiri dan membuat kesaksian terhadap eksistensi-Nya yang maha tidak terhingga atau diistilahkan oleh Sunan Bonang sebagai SYAHADAT DACIM QACIM. Syahadat ini adalah pemberian Tuhan kepada seseorang yang diistimewakannya sehingga ia mampu menyaksikan dirinya bersatu dengan kehendak Tuhan. Marilah kita mencebur lebih dalam hal ini….

Agama dari langit sudah sangat lengkap memadukan aspek lahiriah (syariat/aturan/hukum/fiqih yang mengikat tubuhnya) dan juga aspek perjalanan batin manusia menuju kebersatuan dengan Tuhan Semesta Alam. Memahami dari aspek lahir saja, tidak akan mampu memberikan kedalaman pengalaman batin manusia. Sebaliknya, agama yang dipahami dari sisi batin saja, biasanya cenderung mengabaikan aturan dan hukum kemasyarakatan sehingga bisa jadi dianggap sesat oleh masyarakat.

Yang ideal memang memahami agama sebagai jalan yang lapang menuju Tuhan secara sempurna dengan tidak mengabaikan salah satu aspek, apakah itu aspek lahir maupun aspek batin. Bila aspek lahir dipelajari dalam disiplin ilmu syariat/fiqih/hukum serta ilmu logika/mantiq dan lainnya. Maka aspek batiniah digeluti dengan pendekatan ilmu tasawuf. Bila kita belajar ilmu tasawuf, maka tidak bisa tidak kita akan mempelajari sejarah tasawuf dari masa ke masa, riwayat hidup para sufi dan istilah-istilah ruhaniah manusia.

Tidak mudah untuk belajar tasawuf. Berbeda dengan belajar syariat/fiqih/hukum maupun filsafat yang dasarnya adalah olah pikir atau logika, maka tasawuf dasarnya adalah olah rasa untuk menyelami sesuatu yang metafisis dan abstrak. Kita tidak mampu menggali kedalaman samudera tasawuf jika tidak menyelami sendiri dimensi-dimensi batiniah manusia.

Tasawuf bukanlah ilmu yang teoritis, melainkan praktek (ngelmu)…. Bisa dengan dzikir sejuta kali di mulut, bisa juga dengan dzikir semilyar kali di batin siang malam tanpa henti…. Ini tidak lain untuk menghancurkan kerak-kerak hati yang lalai dan kemudian digelontor dengan puji-pujian kepada-Nya dan seterusnya…. Ini hanya satu latihan ruhani yang harus dilakoni pejalan mistik saja, substansinya justru bukan dzikir atau mengingat-Nya saja. Melainkan bagaimana setelah mengingat-Nya, dan mendapatkan kesaksian akan kebenaran absolut-Nya, seseorang itu kemudian mampu berbuat sesuatu sesuai dengan iradat-Nya!!!

Dimensi batiniah manusia bisa diketahui dari bagaimana seseorang itu menempuh jalan spiritual yang melewati melalui berbagai tahapan (maqom). Dalam setiap tahapan, seseorang akan mengalami keadaan ruhani tertentu, sebelum akhirnya penglihatan batinnya terbuka terang benderang yang dalam khasanah tasawuf disebut disebut makrifat secara mendalam tanpa keraguan.

RASA BATIN yang sering disebut dalam tasawuf yang ialah: • tahap pertama WAJD (EKSTASE seperti Musa AS), selanjutnya • DZAUQ (RASA MENDALAM terhadap kehadiran-Nya), • kemudian SUKUR (KEGAIRAHAN MISTIS untuk bermesraan dengan-Nya), • berlanjut ke perasaan FANA atau menghilangnya diri yang benda lahir, • BAKA (kekekalan di dalam Dzat-Nya  kemudian • FAKIR.

Apa itu FAKIR? yaitu adalah keadaan ruhani  dimana pejalan spiritual menyadari bahwa manusia sebenarnya tidak memiliki apa-apa, kecuali dimiliki-Nya. Seorang fakir tidak memiliki kemelekatan lagi kepada segala sesuatu kecuali Tuhan. Ia bebas dari kungkungan diri jasmani dan kebendaan. Namun demikian, dia tetap tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai khalifah di muka bumi. Inilah esensi Tauhid: Yaitu Tiada Tuhan Selain Allah…

Kita bisa memahami bagaimana hakikat kefakiran itu dari apa yang disampaikan para pejalan spiritual. Sekarang, marilah kita sedikit membuka berbagai karya para pejalan spiritual yang disebut Suluk yaitu satu jenis hasil olah rasa berbentuk prosa atau puisi yang dibuat kaum mistikus Jawa, yang berisi pengalaman perjalanan ruhani saat bercinta dengan Dzat-nya.

Karya Sunan Bonang yang penting untuk menggali bagaimana keadaan atau suasana kesadaran tertinggi kaum sufi yaitu SULUK GENTUR. Gentur berarti teguh dan giat, yaitu sebuah bentuk aktivitas ruhanian yang paling sempurna. Di suluk itu digambarkan bahwa seorang penempuh jalan tasawuf harus melaksanakan SYAHADAT DACIM QACIM. Syahadat ini berupa KESAKSIAN DALAM DIAM, TANPA BICARA. NAMUN BATINNYA MEMBERIKAN KESAKSIAN BAHWA EKSISTENSI DIRINYA ADA KARENA ADA-NYA.

Permisalan yang mudah adalah persenyawaan antara dua dzat. Salah satu dzat tidak akan otomatis hilang, namun masing-masing berdiri sendiri. sebagaimana Kawulo tetap kawulo dan Gusti tetap Gusti. Yang lenyap dalam persenyawaan dua dzat itu hanyalah kesadaran sang kawulo akan keberadaannya yang TIDAK ADA.

Dalam suluknya ini Sunan Bonang juga mengatakan bahwa pencapaian tertinggi seseorang ialah ‘keadaan dapat MERASAKAN DALAM BATINNYA kebenaran hakiki sebagaimana dalam kitab suci: “SEGALA SESUATU BINASA KECUALI WAJAH-NYA”.

Bonang dalam suluknya ini berpesan bahwa, bahwa Hati yang merupakan “RUMAH/DALEM/AKU-NYA TUHAN”. Kehadiran-Nya bisa dirasakan bila hati itu ikhlas, nrimo dan sumarah. Di dalam hati yang seperti itu, antara Kawulo dan Gusti lenyap. Yang terasa adalah kesadaran bahwa sejatinya manusia (obyek) selalu diawasi oleh Tuhan (subyek), yang menyebabkan dia tidak lalai sedetikpun kepada Nya.

Dan terakhir, ….Bonang berpesan:  “Pencapaian sempurna bagaikan orang yang sedang tidur dengan seorang perempuan, kala bercinta… Mereka karam dalam asyik, terlena hanyut dalam berahi… Anakku, terimalah dan pahami dengan baik. Ilmu ini memang sukar dicerna…”




48 Comments

Sabtu, 01 Desember 2012

amalan basmalah

lebih baik berwudu dahulu.sholat hjat 2 rokaat jangan lupa dahului sholat taubat 2 rokaat.stlah hajat selesai .mengucapkn salam.trus sujud lagi banyaklah  memohon ampun dalam sujud kita setelah itu mohonkan doa yang menjadi keinginan kita setelah selesai sujud ucapkan salam untuk menghormati malaikat disamping kita.trus duduk baca istighfar 101x  sholawat 101x  trus baca basmalah 12000 x.

AMALAN BASMALAH. YANG LAIN
BACA BASMALAH 1000 X
BACA HAUQOLAH41X
TRUS MTMOHON APA YANG MENJADI HAJAT KITA.

AMALAN BASMALAH YANG LAIN
BACA :BISMILLAHIERROHMANNIRROHIIM ASYHADU ALA  ILLAHHA ILLALLAH WA ASY HADU ANNAMUHAMMADURROSULULLAH ALLAHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD
 ALLAHUMMARZUQNA EIZQONMINASAMA`I WARZUQNA  WA ANTA  KHOIRURROOZIKIIN

baca 7x ba`da sholat fardu.